*Proses pembangunan ekonomi dalam periode jangka panjang mengikuti pertumbuhan pendapatan per kapita
*Perubahan dalam struktur perekonomian suatu negara yang bergeser dari yang semula didominasi oleh sektor primer, seperti pertanian, ke sektor-sektor-sektor non primer, seperti industri, perdagangan dan jasa
*Perubahan struktur ekonomi yang berlangsung sejalan dengan meningkatnya pendapatan nasional atau PDB (Produk Domestik Bruto) di dalam proses pembangunan ekonomi
*Hipotesis: Semakin tinggi LPE membuat semakin cepat proses peningkatan pendapatan per kapita, semakin cepat perubahan struktur ekonomi
*Perubahan struktur ekonomi merupakan suatu evolusi alamiah seiring dengan proses pembangunan atau industrialisasi
*Rangkaian perubahan yang saling terkait satu dengan yang lainnya dalam komposisi permintaan agregat, perdagangan luar negeri (ekspor dan impor), penawaran agregat (produksi dan penggunaan faktor-faktor produksi, seperti tenaga kerja dan modal) yang diperlukan guna mendukung proses pembangunan ekonomi dan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan (Chenery, 1979)
*Proses transformasi struktural akan mencapai tarafnya yang paling cepat bila pergeseran pola permintaan domestik ke arah output dari industri pengolahan (manufaktur) diperkuat oleh perubahan yang serupa dalam komposisi perdagangan luar negeri atau ekspor, sebagaimana yang terjadi di kelompok negara-negara industri baru di Asia (NICs) è Korea Selatan, Taiwan, Singapura dan Hongkong.
*Xi = Di + (Ei – Mi) + ∑jXij

ØTransformasi struktural dapat dilihat pada perubahan pangsa nilai output (NO) atau NT dari setiap sektor di dalam pembentukan PDB
ØKontribusi output dari pertanian terhadap pembentukan PDB mengecil, sedangkan pangsa PDB dari industri pengolahan dan jasa mengalami peningkatan  seiring dengan peningkatan PDB atau PNB per kapita

Contoh MBO

Tujuan : Membuat Buku Panduan Lomba IPB Art Contest (IAC)

Waktu Rencana Kontrol Laporan Kemajuan
Hari ke-1

Senin, 22 Maret 2010

Mengumpulkan penanggung jawab tiap mata lomba untuk membuat panduan masing masing mata lombanya. Jika ada penanggung jawab mata lomba yang tidak hadir, maka saya hubungi lewat telepon, bahwa ada tugas untuk membuat panduan tiap masing-masing mata lomba. Semua penanggung jawab tiap mata lomba hadir dan tugas untuk membuat panduan dapat segera dilakukan.
Hari ke-2

Selasa, 23 Maret 2010

Membuat dan mengetik kata pengantar, sekilas tentang IAC 2010 dan informasi kegiatan IAC 2010 untuk buku panduan. Jika tidak selesai, maka harus diselesaikan pada hari rabu. Menyelesaikan pembuatan dan pengetikan kata pengantar, sekilas tentang IAC 2010 dan informasi kegiatan IAC 2010 untuk buku panduan.
Hari ke-3

Rabu, 24 Maret 2010

Membuat dan mengetik tempat dan lokasi IAC 2010, ketentuan umum, dan peraturan tiap mata lomba untuk buku panduan. Jika tidak selesai, maka harus diselesaikan pada hari kamis. Menyelesaikan membuat dan mengetik tempat dan lokasi IAC 2010, ketentuan umum, dan peraturan tiap mata lomba untuk buku panduan.
Hari ke-4

Kamis, 25 Maret 2010

Menggabungkan seluruh peraturan dari masing-masing penanggung jawab tiap mata lomba. Jika tidak selesai, maka harus diselesaikan pada hari Jumat. Seluruh peraturan dari masing-masing penanggung jawab tiap mata lomba sudah tergabung.
Hari ke-5

Jumat, 26 Maret 2010

Membaca ulang buku panduan IAC 2010 yang sudah dibuat dan diketik. Harus diselesaikan membacanya. Menyelesaikan membaca ulang buku panduan IAC 2010.

Kegiatan bisnis yang dijalankan

Kegiatan bisnis yang dijalankan adalah bisnis boneka Horta. Bisnis ini beralamat di Babakan Tengah Dramaga, Bogor. Bisnis ini diawali dari kegiatan Pekan Kreativitas Mahasiswa (PKM). Selanjutnya, bisnis ini berkembang dengan membuka kios kecil pada bulan Agustus 2007. Bisnis boneka Horta ini adalah suatu bisnis media tanaman yang dikemas dalam bentuk boneka yang apabila disiram setiap hari pada bagian atas kepalanya akan ditumbuhi oleh rumput. Boneka ini dapat dijadikan salah satu alternatif mainan yang edukatif, kreatif, dan imajinatif untuk anak-anak. Namun, boneka Horta ini tidak hanya diperkenalkan bagi anak-anak, tetapi juga kepada seluruh lapisan masyarakat mengenai bidang pertanian.

Pengusaha tergabung dalam kelompok (asosiasi) tertentu

Usaha ini tidak tergabung dalam kelompok atau asosiasi tertentu. Usaha ini melainkan salah satu bentuk kreativitas mahasiswa IPB yang dikembangkan menjadi suatu bisnis yang berskala besar dan memperkenalkan keistimewaan bidang pertanian kepada seluruh lapisan masyarakat.

Aktifitas yang terkait dengan advokasi bisnis

Aktifitas advokasi bisnis yang dilakukan dalam bisnis boneka Horta ini awalnya berupa pengajuan ide kelompok dan proposal kepada IPB dan dikti sehingga bentuk kreatifitas mahasiswa ini disetujui dan dapat dikembangkan menjadi suatu bisnis berbasis agribisnis pada skala mahasiswa. Selain itu setelah menjalankan bisnis ini, aktifitas yang terkait dengan advokasi adalah masalah perijinan dan legalitas impor untuk mendapatkan bahan baku bibit yang berkualitas.

Permasalahan yang dihadapi dalam menjalankan bisnis Horta

Terkait dengan suplay bahan baku, maka bisnis ini mendatangkan bahan baku atau impor benih berkualitas dari Amerika. Namun hal tersebut terbatasi oleh perijinan dan legalitas impor benih tersebut. Permasalahan tersebut merupakan hambatan eksternal yang harus melibatkan kegiatan advokasi untuk mencapai tujuan bersama yaitu mendapat perijinan dan legalitas impor dari Negara tersebut. Sedangkan faktor internal yang dihadapi dalam menjalankan usaha horta ini adalah prioritas dari keanggotaan mereka yang lebih memilih akademik dibandingkan menjalankan bisnis horta ini. Masalah tersebut berdampak pada kelancaran dan kelemahan team work dalam menjalankan usaha ini.

Penyelesaian masalah

Penyelesaian masalah eksternal yang dihadapi dalam menjalankan bisnis horta ini adalah dengan cara menjalin kerja sama dengan perusahaan FORWARDER untuk membantu impor benih unggul dengan mengurus perijinan  dan legalitas impor tersebut sehingga usaha ini mendapatkan perizinan dari departemen pertanian dan perdagangan dalam memperdagangkan produk mereka di dalam negeri. Sedangkan penyelesaian masalah internal usaha ini dengan cara musyawarah dari anggota-anggota yang terkait bisnis tersebut. Siapa saja yang akan berkomitmen dalam menjalankan usaha ini maka ia yang akan memegang atau bertanggung jawab dalam usaha Horta ini.

Tindakan yang dilakukan bila tidak dapat menyelesaikan masalah

Tindakan yang dilakukan bila tidak dapat menyelesaikan masalah adalah mencari solusi alternatif lain untuk menyelesaikan masalah tersebut. Namun sejauh ini setiap masalah yang dihadapi dalam menjalankan bisnis tersebut dapat diatasi, sehingga tidak ada masalah yang tidak dapat diselesaikan.

Lembaga yang telah membantu kepentingan bisnis

Lembaga yang berperan dalam kepentingan bisnis ini adalah FORWARDER, yaitu perusahaan yang membantu bisnis ini dalam mengimpor benih dan mengurus perijinan serta legalitas impor benih. Perusahaan tersebut tidak hanya memberikan bantuan sementara tetapi perusahaan tersebut memberikan bantuan rutin dalam mengeluarkan surat perijinan impor sesuai dengan permintaan kuota. Perusahaan tersebut mengadakan  kegiatan advokasi dalam mengurus perijinan  dan legalitas impor tersebut sehingga usaha ini mendapatkan perizinan dari departemen pertanian dan perdagangan dalam memperdagangkan produk mereka di dalam negeri.

Kontribusi IPB dalam pengembangan agribisnis di lingkungan kampus

IPB memberikan kontribusi pada bisnis Horta ini ketika masuk ke dalam program PKM. Selanjutnya, IPB mengikutsertakan PKM ini ke dalam bazaar-bazar yang dilaksanakan oleh IPB. PKM yang akhirnya menjadi sebuah bisnis ini sangat erat kaitannya dengan IPB, namun tidak terjadi secara kelembagaan.

Kegiatan advokasi bisnis yang dilakukan oleh IPB

IPB tidak melakukan kegiatan advokasi dalam terlaksananya bisnis Horta ini. IPB hanya sebagai media dalam menampung kreativitas mahasiswa, termasuk bisnis Horta ini.

Aktivitas yang dilakukan IPB terhadap bisnis

IPB melakukan aktivitas dengan bisnis Horta ini hanya bersifat sementara. Aktivitas ini berlangsung pada saat bisnis Horta masuk ke dalam program PKM IPB. Selanjutnya, bisnis Horta ini dijalankan oleh tim yang terlibat dengan bisnis tersebut.

Peranan advokasi IPB dalam bisnis Horta

IPB tidak mempunyai peran dalam advokasi bisnis Horta ini. IPB hanya sebagai media dalam menampung kreativitas mahasiswa, termasuk bisnis Horta ini.